Kamis, Mei 27

Bangunan Ka'bah

Bangunan mirip kubus yang merupakan kiblat umat Islam tersebut, menurut Arabtimes.com, dicuci dua kali dalam satu tahun, yakni pada tanggal 15 Syaban (bulan sebelum Ramadhan) dan pada pertengahan Muharam, yakni bulan setelah Zulhijah di saat umat Islam menunaikan rukun ke lima Islam untuk naik haji. Ritual pencucian Kabah dimulai dengan shalat sunah dua rakaat di dalam Kabah yang merupakan bangunan kubus. Bagian dalamnya dipel dengan kain putih yang dibasahi air mawar, wewangian khas Arab (beraroma kayu oud), dan parfum beraroma musk (minyak kelenjar rusa). Air zamzam dicampur dengan air mawar dipercikkan di lantai Kabah kemudian lantai dipel dengan tangan kosong dan daun kurma (palem). Setelah dipel, lantai dan dinding Kabah akan dikeringkan dengan kertas tisu dan kain putih, kemudian disirami lagi dengan wewangian aroma oud dan mawar dan setelah itu pencucian Kabah dianggap selesai. Bangunan sisi bagian timur Kabah memiliki tinggi l4 meter, sementara sisi barat dan selatan 12,11 meter dan 11,28 meter dari sisi utara. Lantai bagian dalam dilapisi keramik berwarna, sementara atapnya ditunjang tiga pilar kayu, masing-masing berdiameter 44 cm. Struktur atap terdiri dari dua lapisan, bagian atas dan bawah, sementara dinding bagian dalam ditutup dengan layar terbuat dari beludru hijau yang diganti tiap tiga tahun sekali. Pada atap bagian teratas terdapat ventilasi dengan panjang 127 cm dan lebar 104 cm untuk memberikan kesempatan bagi cahaya matahari masuk. Ventilasi ditutup dengan kaca penguat yang dibuka saat acara pencucian. Pintu Kabah yang berada pada 225 cm di atas permukaan tanah memiliki tinggi 310 cm, lebar 40 cm, dan panjang 190 cm, terbuat dari kayu yang dilapisi 280 kg emas murni.
Tebal tembok adalah 3,26 kaki (kira2 97,8 cm). Lantai di bagian dalam lebih tinggi 7,22 kaki (kira2 2,1m) dari dasar tanah di mana orang-orang melakukan Tawaf. Langit-langit dan atap terbuat dari kayu teak yang ditutup dengan baja stainless. Tembok terbuat dari batu.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read...Dicuci.Kembali http://Islamcoccasions.com

Selasa, Mei 25

Download (Merekam) Video tanpa Sofware download di LINUX

Seringkali kita mengalami ketika melihat video di Youtube terputus-putus tayangannya, tentunya kita tidak berharap demikian, Nah kalo pake Linux (Sabily) kita ga usah pake sofware download dah bisa ngerekam video, mo tau caranya: 1. Pilih video yang mo kita rekam 2. Putar sampai selesai (ya sabar nunggu sampe abis) 3. Setelah selesai pilih menu PLACES terus Home Folder klik file system 4. Pilih Folder yang bertitle tmp klik 2 kali 5. Save ke folder video 6. Jadi deh.... Silahkan mencoba !!!

Selasa, Maret 23

Berpikir Positif

Belajar dari keledai
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh kedalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara sipetani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya, sehingga tidak adalah gunanya menolong sikeledai. Ia pun mengajak tetangga-tetangganya untuk menimbun sumur . Merakapun berdatangan sambil membawa sekop untuk menimbun tanah kedalam sumur.
Pada mulanya, ketika sikeledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis dengan penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang menjadi takjub karena si keledai terdiam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan kedalam sumur, sipetani melihat kedalam sumur dan tercengang dengan apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, sikeledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun kebawah dan ia menaiki tanah itu.
Tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor keatas punggung hewan itu. Si keledaipun terus mengguncang-guncangkan badannya sambil melangkah naik keatas tanah yang jatuh dari punggungnya. Hal tersebut terus dilakukannya, hingga ia mampu meloncati tepi sumur dan segera berlari. Semua orangpun kagum oleh usahanya.
Apa yang sesungguhnya terajdi ?
Pada mulanya si petani berpikiran negatif untuk menimbun sikeledai di dalam sumur, tetapi sikeledai malah berpikiran positif apa yang dilakukan sipetani.
Tingkah laku keledai itupun segera mengubah pikiran negatif sipetani yang semula ingin melenyapkannya menjadi ingin menolongnya.